Jumat, 21 Januari 2022

PENANGANAN LAYU FUSARIUM (PANAMA)



Layu fusarium merupakan penyakit yang sering menyerang pada tanaman seperti Tomat, cabai, pisang dll, penyebabnya adalah cendawan Fusarium Oxysporum f,sp. Cubenes (FOC). Yang bersifat penghuni, penyerbu, tular tanah dan penyebab layu yang berkolonisasi di pembulih xylem, FOC memerlukan penetrasi melalui akar taaman inang, sehingga dalam pengendalian perlu di memberikan perlindungan maupun induksi sistem perakaran ketahanan inang.

Gejala : 

 Gejala yang menyolok dari  layu fusarium pada awalnya adalah terjadi penguningan  tepi daun pada daun-daun yang  lebih  tua. Gejala menguning berkembang dari daun tertua menuju ke daun  termuda Daun-daun  yang  terserang  secara  berangsur-angsur layu pada  tangkainya  atau  lebih umum pada dasar  ibu  tulang daun dan menggantung  ke bawah menutupi batang semu.  Rata-rata  lapisan  luar  batang  palsu  terbelah  dari  permukaan  tanah atau terjadi  retakan memanjang pada batang semu. Pada bagian dalam  apabila  dibelah,    terlihat  garis-garis  coklat  atau  hitam menuju ke semua arah,  dari batang (bonggol) ke atas melalui jaringan pembuluh ke pangkal daun dan  tangkai. Daun-daun termuda menampakkan gejala yang paling akhir dan seringkali berdiri tegak.

Pengendalian:  

1.  Budidaya:   

a.   Hindarkan penanaman pisang pada  lahan yang pernah  terserang penyakit layu Fusarium.

b.    Pada  lubang  tanaman  dditaburi  arang  sekam  untuk menghambat penyebaran cendawan. 

c.  Gunakan  bibit  yang  sehat  bebas  dari  cendawan  (kalau  memungkinkan  gunakan  bahan  perbanyakan  hasil  kultur  jaringan).

d.  Jangan menanam bonggol, anakan atau bibit dan membawa tanah  dari daerah yang sudah terinfeksi penyakit layu Fusarium. 

e.  Mensterilkan    alat-alat  pertanian  dengan  disenfektan  seperti detergen dan bayclin 


2.  Mekanis :    


a.  Eradikasi  tanaman  terserang.      Untuk  tanaman  dalam  rumpun, tanaman dimatikan dengan suntikan minyak  tanah sebanyak 5 cc dan area dengan kisaran  1,5 m dari tanaman/rumpun ditaburkan  arang sekam

b.  Untuk  isolasi  kawasan,  lahan  baru  dipisahkan  dari  lahan  yang  terserang dengan dibuatkan parit sedalam Rhizosphere (perakaran) pisang  lalu  arang  sekam  ditaburkan   ¾  tinggi  parit  dan  dibuat drainase yang tidak mempengaruhi kebun baru. 

3. Biologis :  

Pemanfaatan  musuh  alami  seperti  Pseudomonas  florescens, Trichoderma sp. dan Gliocladium sp. dengan aplikasi : 

Aplikasi 1 : diberikan pada 2 minggu sebelum tanam dengan dosis :  

   Trichoderma sp dan Gliocladium sp sebanyak 100 g/5 kg kompos jadi yang  setara dengan konsentrasi   108 spora/cell atau 100-200 gr/ 10-20 kg pupuk kandang 

  Pseudomonas florescens sebanyak 100 cc/5 kg kompos padi  jadi yang setara dengan konsentrasi 108  CFU (Cell Fraction Unit). 

Aplikasi  2  :  diberikan  3-4  bulan  setelah  tanam  (bersamaan  dengan 

penjarangan anakan) dengan dosis :

  Trichoderma sp dan Gliocladium sp sebanyak 50 g/5 kg  kompos padi  jadi  yang  setara  dengan  konsentrasi  108 spora/cell  atau  5 gr/10 kg pupuk kandang 

  Pseudomonas florescens sebnayak 100 cc/5 kg kompos padi  jadi yang setara dengan konsentrasi 108  CFU (Cell Fraction Unit). 


4.  Cara  Kimia  yaitu  untuk  melakukan  sterilisasi  permukaan  seperti penggunaan beberapa  jenis  fungisida.   Sebelum ditanam bibit pisang diberi  perlakuan  dengan  cara  merendam  bibit  dengan  fungisida sistemik  ataupun desinfektan. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PISMARA MENYEDIAKAN KEBUTUHAN PISANG UNTUK MBG

  Pismara dan Dapur Umum MBG Bahas Kerja Sama Penyediaan Pisang Lokal Malang – 22 Mei 2025 Perkumpulan Petani Pisang Malang Raya (Pismara) y...