Kamis, 22 Mei 2025

PISMARA MENYEDIAKAN KEBUTUHAN PISANG UNTUK MBG

 Pismara dan Dapur Umum MBG Bahas Kerja Sama Penyediaan Pisang Lokal


Malang – 22 Mei 2025

Perkumpulan Petani Pisang Malang Raya (Pismara) yang diwakili oleh M. Yusuf dan Lilik, mengadakan diskusi awal dengan pihak pengelola dapur umum MBG, yang diwakili oleh Yusuf Azwar Anas, untuk menjajaki kerja sama dalam penyediaan buah pisang dari petani lokal Malang Raya.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun produktif ini, kedua belah pihak sepakat bahwa akan ada kerja sama yang memungkinkan untuk dijalankan. Meski demikian, pembahasan terkait banyaknya kebutuhan pisang untuk masing masing dapur umum dan  masing-masing pola pengiriman ke dapur masih belum di sepakati masih menunggu operasional dari Dapur umum. Secara kasar kebutuhan buah pisang per dapur kurang lebih 3000 bj pisang.

"Kami berupaya memprioritaskan penyedia barang kebutuhan dapur MBG dari petani lokal, khususnya di Kabupaten Malang. Karena itu, kami menggandeng Pismara yang memang beranggotakan para petani pisang di wilayah ini," ujar Yusuf Azwar Anas.

Pertemuan lanjutan dijadwalkan akan digelar dalam waktu dekat, di mana pihak Pismara akan membawa contoh tujuh sisir dari jenis pisang yang ditawarkan. Diharapkan, pertemuan kedua ini akan menghasilkan kesepakatan harga serta kerja sama resmi antara Pismara dan dapur umum MBG.

Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan lokal serta meningkatkan kesejahteraan petani pisang di Malang Raya.

Rabu, 20 Maret 2024

DIVISI PEMBIBITAN PISMARA BEKERJASAMA DENGAN LABORATORIUM KULTUR JARINGAN UNIRA MALANG

MALANG, PPMR ( 20/03/2024), Bulan Puasa Romadhon 1445 H tidak mengurangi semangat Team Petani Pisang Malang Raya  untuk pengembangan pertanian pisang di Malang Raya . 
Hari ini  Kamis 20 Maret 2024  divisi Pembenihan Petani Pisang Malang Raya telah melakukan nota kesepahaman dengan Lab Kultur Jaringan Universitas Raden Rahmat (UNIRA ) Malang.


Dalam kesempatan berharga  Supardi ( divisi pembenihan pismara ) atau lebih sering dikenal dengan Mbah pardi di Pismara  beliau salah satu team dari div. pembibitan dan Agus Edy Wakil Ketua Pismara salah satu pemulya berbagai jenis pisang  mulai dari pisang lokal Nusantara sampai dengan pisang luar negeri, telah mengunjungi dan melihat langsung proses Kultur Jaringan yang di lakukan Prodi Agroteknologi Unira Malang.

Semakin banyaknya permintaan bibit pisang kepada Pismara  maka dari div. pembenihan pisang Pismara melakukan penawaran kerjasama pembibitan dengan Unira Kususnya untuk benih pisang kultur jaringan.


Menurut Agus Edy  " kami saat ini telah melayani penjualan benih pisang ke seluruh Indonesia  baik yang di lakukan anggota pismara atau pismara sendiri  dengan dua metode perbanyakan yaitu metode Pif dan Bit, karena dari permintaan benih yang tinggi maka kami berniat melakukan kerjasama dengan Unira Malang  dengan perbanyakan metode kultur jaringan agar harga bibit bisa di tekan lebih rendah ".



" Alhamdullilah Pismara berkunjung ke Lab Kultur Jaringan kami, selama ini kami memang  berencana akan melakukan kerjasama dengan Pismara, sebab di Malang Raya bahkan di Jawa Timur  Pismara  adalah satu satunya Asosiasi Petani Pisang yang legal formalnya telah tercatat di Dinas Pertanian Nasional, kami merasa bangga bisa kerjasama dengan Pismara ", sambutan di Laboratorium Agroteknologi  Astrid Ika Paramitha, M.P.  wakil dari  Prodi  Fakultas Sains dan teknologi (Agroteknologi) UNIRA Malang. 

Dalam kesempatan kunjungan team div Pembibitan Pismara telah di sepakati kerjasama pengembangan pembibitan pisang khusunya dengan metode Kultur Jaringan dengan Unira Malang, agar persediaan akan kebutuhan bibit pisang di Malang Raya kususnya dan Indonesia pada umumnya bisa tercukupi dengan harga bibit yang bisa di tekan, sehingga para petani semakin semangat untuk menanam pisang dilahan lahan yang kosong.  YUS-PPMR


 

PT. Agro Putra Dewata Berkolaborasi Dengan Petani PISMARA (Pisang Malang Raya)


MALANG, PPMR ( 18/03/2024) Perkumpulan Petani Pisang Malang Raya atau yang sering di sebut dengan PISMARA  sudah tidak asing lagi di masyarakat kabupaten Malang khususnya pembudidaya pisang. 

Dalam perkembangan pisang di Malang Raya  semakin lama menunjukan geliat yang menggembirakan  apalagi hasil dari budidaya pisang yang saat ini mengalami peningkatan yang pesat baik dari segi kuantitas dan penjualan yang  tinggi serta harga yang kompetitif sangat menguntungkan petani .




Tingginya permintaan pasar baik regional Malang raya  atau di luar  Malang raya akan pisang  menjadi peluang usaha bagi siapapun yang membudidayakan, mulai dari pembibitan, penanaman, serta perdagangan pisang yang memberikan keuntungan besar.

Pisang buah dari Kab Malang mempunyai potensi yang sangat besar untuk di jual ke pasar internasional, karena di banyak negara mempunyai nilai jual yang  tinggi, bahkan ada  yang di konsumsi sehari hari sebagai makanan sehat.

Karena potensi perkembangan pertanian buah pisang yang sangat baik pada hari senin  17 Maret 2024

sampai dengan selasa, 18 Maret 2024  secara maraton Pismara dengan  PT. Agro Putra Dewata Bali  melakukan koordinasi  kesepahaman kerjasama budidaya pisang, Kegiatan yang dimulai dari peninjauan lapangan langsung sampai pada hal teknis. 

PT. Agro Putra Dewata Bali tertarik menanamkan modal /berinvestasi dalam penanaman pisang khususnya jenis pisang buah salah satunya Pisang Sang Mulyo yang asli dikembangkan di Kab Malang dan kerjasama  dalam pengembangan budidaya pisang dengan Petani Pisang Malang Raya/Pismara ,  karena kredibilatas dari Perkumpulan Petani Pisang Malang Raya yang berpengalaman dalam hal budidaya dan pengembangan pisang di malang raya.

Dari pertemuan selama dua hari di sepakati kerjasama  pengembangan penanaman pisang dari pembibitan, penanaman, pengolahan pasca panen buah pisang dari pisang segar sampai produksi teung dan penyediaan pupuk mandiri. YUS-PPMR



 

Senin, 10 Juli 2023

FGD BUAH LOKAL KAB MALANG POTENSI PASAR GLOBAL PISANG SANG MULYO DAN ALPUKAT PAMELING

Kepanjen Malang (Pismara ) Perkembangan pertanian di kab Malang semakin menunjkan peningkatan yang siknifikan, sebagaimana tanaman buah yang ada di kabuaten yang memiliki potensi pengembangan yang terus meningkat di antaranya Pisang SANG MULYO dan Alpukat PAMELING. Kedua buah tersebut adalah ikon buah Kab Malang yang sudah tersebar dan tertanam di seluruh wilayah kecamatan yang ada di kab Malang. Dalam pertemuan Forum Diskusi Group(FGD) yang di adakan hari Senin tanggal 10 Juli 2023 di UNIRA yang di hadiri oleh Perwakilan kelompok tani Pisang yaitu Asosiasi PISMARA /PPMR, Kelomppok Tani Alpukat Pameling, Dinas Pertanian Holtikultur Kab Malang, Fakultas Agrotek Unira, AB Center, Bank Jatim Syariah. Dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor III Unira menyampaikan "tujuan di adakanya FGD ini meruakan bagan dari pengabdian Perguruan Tinggi UNIRA terutama Fakutas Pertanian Agrotek kepada masyarakat di bidang pertanian, kimi UNIRA siap melakukan kerjasama dengan petani dalam hal pengolahan pasca panen atau pun dalam pembibitan karena kita saat ini sudah memiliki laboratorium yang representatif kultur jaringan atau pun dalam pengolahan hasil"
Sementara GUS M Syaifudin Menyampaikan Lppnu yang bergerak di bidang pertanian juga siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam hal pengembangan pemasaran buah yang ada, seperti saat ini kami membuthkan suplai buah Pisang Cafendis satu minggu 2 Ton.
" Kami pelaku di lapangan terutama dalam pengembangan Pisang Sang Mulyo berusaha untuk mendampingi petani terutama petani pisang dengan menyediakan bibit yang berkwalitas berlabel biru dan sudah banyak para distributor pisang yang telah melakukan MoU meminta untuk suplai Pisang yang berkwalitas, namun di lapangan bahan baku yag tersedia masih belum memenuhi target pasar Menengah ke atas, Karena banyak pohon pisang yang terserang vusarium ini menjadi PR besar buat pemerintah dan Perguruan Tinggi ", lanjut ketua PISMARA SLAMET MUJIONO. Sementara itu LILIK WIDIANTRO bid Pengembangan dan pemasaran Pismara menyampaikan " di akhir tahun 2023 ini akan ada panen raya Pisang Mulyo di KAB Malang, biar tidak terjadi russ harga pisang mulyo maka pemerintah harus segera untuk melakukan persiapan mengendalikan harga dari pisang mulyo".
Kasmari dri petani Alpukat Pameling menyampaiakan " Alpukat pameling menjadi komuditas unggul kab Malang maka kita sebagai masyarakat kab malang harus bangga punya alpukat pameling dengan menanam buah di setiap rumah"
Sementara dari AB Center : kami insyaallah akan berusaha membantu petani di kab malang dengan sepenuhnya agar petani di kab Malang bisa semakin berdaya. Dalam akhir FGD yang di lakukan di Unira semua komponen akan berusaha meningkatkan kemajuan peertanian buah pisang Sang Mulyo dan alpukat Pameling menjadai produk yang menjadi kebnggaan masyarakat kab malang. (Gitok)

Minggu, 13 November 2022

PENYERAPAN TENAGA PRODUKTIF DI BIDAANG PERTANIAN PISANG

PISMARA MALANG KAB.Pisang di Indonesia merupakan komoditas buah yang banyak di minati masyarakat konsumsinya mencapai 2,39 juta ton pada kuartal 2021 naik 33,81% dari tahun 2020. Sektor rumah tangga berkontribusi 47,7% terhadap konsumsi pisang di dalam negeri. Jawa Timur berkontribusi sebesar 32% terhadap produksi nasional, yakni mencapai 2,62 juta ton dan tanaman yang menghasilkan sebanyak 26,4 juta rumpun. Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kabupaten Malang Kab Malang penyumbang produksi terbesar pada tirwulan IV mencapai 9.880.196 Kwintal.
Menurut Sanusi yang di sampaikan pada FGD dg BPM, produksi pisang terbesar di Kabupaten Malang tersebar di 10 wilayah kecamatan. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Kecamatan Dampit, Poncokusumo, Tumpang, Tajinan, Donomulyo dan Turen. "Lalu kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan, dan Kecamatan Bantur," kata Sanusi di Kabupaten Malang saat FDG dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM RI, di Hotel Mercure, Kamis, (8/9/2022).
Sementara itu dalam FGD dengan BKPM RI, di Hotel Aston Bogor dan resort yang di hadiri pemangku kepentingan termasuk dalam hal ini Petani Pisang Malang Raya ( Pismara ) di wakili oleh SLAMET (Ketua )dan LILIK (Div. Pemasaran) dapat di samapikan "kebutuhan akan pisang sangat besar sekali baik di dalam negri ataupun di luar negeri, kebutuahan akan pisang baik natural maupun produk olahan sangat besar". Namun ketika pada saat panen raya maka panen pisang tidak akanterserap di konsumen dengan baik , Peningkatan produksi pisang mengakibatkan adanya surplus atau kelebihan pisang, terutama di daerah-daerah penghasil buah tersebut. Jika tertunda penggunaannya atau tidak semua pisang dapat dipasarkan/dikonsumsi, maka akan menjadi lewat masak dan rusak/busuk, sehingga tidak dapat dimakan. Hal ini menyebabkan banyak pisang dijual dengan harga yang rendah, bahkan dapat terbuang percuma.
Keadaan di atas memerlukan adanya suatu kombinasi antara penanganan dan pemasaran pisang segar dan pengolahan pisang menjadi berbagai produk olahan baik produk jadi (langsung dikonsumsi) maupun produk setengah jadi (menjadi bahan baku untuk pengolahan pangan lain). Produk setengah jadi yang berprospek baik untuk dikembangkan adalah tepung pisang Terutama akan pengolahan tepung pisang yang masih belum banyak di produksi dalam jumlah besar. Di Malang produksi pisang yang di kembangkan oleh masyarakat secara mandiri bisa menguasai kebutuhan akan pisang di Indonesia apa lagi jika pemerinta ikut dalam pengelolaan pisang baik dari hulu maupun hilir. Jika di malang ada sebuah pabrik yang mengolah pisang menjadi tepung maka akan banyak manfaat yang didapat oleh masyarakat pada umumnya dan petani pisang pada khususnya.Pendirian sebuah pabrik pengolahan pisang ini sebuah keniscayaan yang itu bisa di gagas oleh pemerintah baik pemerintah daerah atau pun pemerintah pusat karena sector pertanian terutama pisang masih sedikit para pelaku usaha yang bergerak untuk investasi di dalam pengembangan pisang terutama untuk pengolahan pisang menjadi tepung. Karena tepung pisang dapat dimanfaatkan pada pengolahan berbagai jenis makanan yang memanfaatkan tepung (tepung beras, terigu) didalamnya. Dalam hal ini tepung pisang menggantikan sebagian atau seluruh tepung lainnya. Jenis makanan tersebut roti, kue lapis, cake/pancake, kue kering, “awung-awung” tepung pisang, pudding dan makanan bayi/balita, kue pasir dan lain-lain.
Berdasar hasil diskusi PISMARA ( PETANI PISANG MALANG RAYA ) pendirian pabrik pisang di Kab malang akan akan memiliki dampak yang besar diantaranya : 1. Terciptanya lowongon pekerjaan yang besar sebab banyak tenga produktif muda di kab malang yang akan terserap di bidang pertanian terutrama petani pisang untuk pengolahan mulai dari hulu sampai dengan hilir. Brdasarkan Bps Kab Malang secara nasional angka p Pengangguran Terbuka (Persen) : TH 2019 : 3,70% ; th 2020 : 3,49% ; th 2021 : 5,40%. 2. Petani pisang semakin giat untuk menanam pisang dang pengembangannya. 3. Adanya peningkatan ekonomi bagi petani pisang karena akan terjadi kenaikan harga pisang di tingkat petani. 4. Ekonomi pedesaan akan lebih meningkat karena adanya peluang rangsangan aktivitas ekonomi yang saling menguntungkan 5. Negara dapat menghemat devisa dari upaya impor terigu dan menghasilkan devisa karena penggunaan tepung tepung impor akan berkurang.

Jumat, 21 Januari 2022

PENANGANAN LAYU FUSARIUM (PANAMA)



Layu fusarium merupakan penyakit yang sering menyerang pada tanaman seperti Tomat, cabai, pisang dll, penyebabnya adalah cendawan Fusarium Oxysporum f,sp. Cubenes (FOC). Yang bersifat penghuni, penyerbu, tular tanah dan penyebab layu yang berkolonisasi di pembulih xylem, FOC memerlukan penetrasi melalui akar taaman inang, sehingga dalam pengendalian perlu di memberikan perlindungan maupun induksi sistem perakaran ketahanan inang.

Gejala : 

 Gejala yang menyolok dari  layu fusarium pada awalnya adalah terjadi penguningan  tepi daun pada daun-daun yang  lebih  tua. Gejala menguning berkembang dari daun tertua menuju ke daun  termuda Daun-daun  yang  terserang  secara  berangsur-angsur layu pada  tangkainya  atau  lebih umum pada dasar  ibu  tulang daun dan menggantung  ke bawah menutupi batang semu.  Rata-rata  lapisan  luar  batang  palsu  terbelah  dari  permukaan  tanah atau terjadi  retakan memanjang pada batang semu. Pada bagian dalam  apabila  dibelah,    terlihat  garis-garis  coklat  atau  hitam menuju ke semua arah,  dari batang (bonggol) ke atas melalui jaringan pembuluh ke pangkal daun dan  tangkai. Daun-daun termuda menampakkan gejala yang paling akhir dan seringkali berdiri tegak.

Pengendalian:  

1.  Budidaya:   

a.   Hindarkan penanaman pisang pada  lahan yang pernah  terserang penyakit layu Fusarium.

b.    Pada  lubang  tanaman  dditaburi  arang  sekam  untuk menghambat penyebaran cendawan. 

c.  Gunakan  bibit  yang  sehat  bebas  dari  cendawan  (kalau  memungkinkan  gunakan  bahan  perbanyakan  hasil  kultur  jaringan).

d.  Jangan menanam bonggol, anakan atau bibit dan membawa tanah  dari daerah yang sudah terinfeksi penyakit layu Fusarium. 

e.  Mensterilkan    alat-alat  pertanian  dengan  disenfektan  seperti detergen dan bayclin 


2.  Mekanis :    


a.  Eradikasi  tanaman  terserang.      Untuk  tanaman  dalam  rumpun, tanaman dimatikan dengan suntikan minyak  tanah sebanyak 5 cc dan area dengan kisaran  1,5 m dari tanaman/rumpun ditaburkan  arang sekam

b.  Untuk  isolasi  kawasan,  lahan  baru  dipisahkan  dari  lahan  yang  terserang dengan dibuatkan parit sedalam Rhizosphere (perakaran) pisang  lalu  arang  sekam  ditaburkan   ¾  tinggi  parit  dan  dibuat drainase yang tidak mempengaruhi kebun baru. 

3. Biologis :  

Pemanfaatan  musuh  alami  seperti  Pseudomonas  florescens, Trichoderma sp. dan Gliocladium sp. dengan aplikasi : 

Aplikasi 1 : diberikan pada 2 minggu sebelum tanam dengan dosis :  

   Trichoderma sp dan Gliocladium sp sebanyak 100 g/5 kg kompos jadi yang  setara dengan konsentrasi   108 spora/cell atau 100-200 gr/ 10-20 kg pupuk kandang 

  Pseudomonas florescens sebanyak 100 cc/5 kg kompos padi  jadi yang setara dengan konsentrasi 108  CFU (Cell Fraction Unit). 

Aplikasi  2  :  diberikan  3-4  bulan  setelah  tanam  (bersamaan  dengan 

penjarangan anakan) dengan dosis :

  Trichoderma sp dan Gliocladium sp sebanyak 50 g/5 kg  kompos padi  jadi  yang  setara  dengan  konsentrasi  108 spora/cell  atau  5 gr/10 kg pupuk kandang 

  Pseudomonas florescens sebnayak 100 cc/5 kg kompos padi  jadi yang setara dengan konsentrasi 108  CFU (Cell Fraction Unit). 


4.  Cara  Kimia  yaitu  untuk  melakukan  sterilisasi  permukaan  seperti penggunaan beberapa  jenis  fungisida.   Sebelum ditanam bibit pisang diberi  perlakuan  dengan  cara  merendam  bibit  dengan  fungisida sistemik  ataupun desinfektan. 



PISMARA MENYEDIAKAN KEBUTUHAN PISANG UNTUK MBG

  Pismara dan Dapur Umum MBG Bahas Kerja Sama Penyediaan Pisang Lokal Malang – 22 Mei 2025 Perkumpulan Petani Pisang Malang Raya (Pismara) y...