Layu fusarium merupakan penyakit yang sering menyerang pada tanaman seperti Tomat, cabai, pisang dll, penyebabnya adalah cendawan Fusarium Oxysporum f,sp. Cubenes (FOC). Yang bersifat penghuni, penyerbu, tular tanah dan penyebab layu yang berkolonisasi di pembulih xylem, FOC memerlukan penetrasi melalui akar taaman inang, sehingga dalam pengendalian perlu di memberikan perlindungan maupun induksi sistem perakaran ketahanan inang.
Gejala :
Gejala yang menyolok dari layu fusarium pada awalnya adalah terjadi penguningan tepi daun pada daun-daun yang lebih tua. Gejala menguning berkembang dari daun tertua menuju ke daun termuda Daun-daun yang terserang secara berangsur-angsur layu pada tangkainya atau lebih umum pada dasar ibu tulang daun dan menggantung ke bawah menutupi batang semu. Rata-rata lapisan luar batang palsu terbelah dari permukaan tanah atau terjadi retakan memanjang pada batang semu. Pada bagian dalam apabila dibelah, terlihat garis-garis coklat atau hitam menuju ke semua arah, dari batang (bonggol) ke atas melalui jaringan pembuluh ke pangkal daun dan tangkai. Daun-daun termuda menampakkan gejala yang paling akhir dan seringkali berdiri tegak.
Pengendalian:
1. Budidaya:
a. Hindarkan penanaman pisang pada lahan yang pernah terserang penyakit layu Fusarium.
b. Pada lubang tanaman dditaburi arang sekam untuk menghambat penyebaran cendawan.
c. Gunakan bibit yang sehat bebas dari cendawan (kalau memungkinkan gunakan bahan perbanyakan hasil kultur jaringan).
d. Jangan menanam bonggol, anakan atau bibit dan membawa tanah dari daerah yang sudah terinfeksi penyakit layu Fusarium.
e. Mensterilkan alat-alat pertanian dengan disenfektan seperti detergen dan bayclin
2. Mekanis :
a. Eradikasi tanaman terserang. Untuk tanaman dalam rumpun, tanaman dimatikan dengan suntikan minyak tanah sebanyak 5 cc dan area dengan kisaran 1,5 m dari tanaman/rumpun ditaburkan arang sekam
b. Untuk isolasi kawasan, lahan baru dipisahkan dari lahan yang terserang dengan dibuatkan parit sedalam Rhizosphere (perakaran) pisang lalu arang sekam ditaburkan ¾ tinggi parit dan dibuat drainase yang tidak mempengaruhi kebun baru.
3. Biologis :
Pemanfaatan musuh alami seperti Pseudomonas florescens, Trichoderma sp. dan Gliocladium sp. dengan aplikasi :
Aplikasi 1 : diberikan pada 2 minggu sebelum tanam dengan dosis :
Trichoderma sp dan Gliocladium sp sebanyak 100 g/5 kg kompos jadi yang setara dengan konsentrasi 108 spora/cell atau 100-200 gr/ 10-20 kg pupuk kandang
Pseudomonas florescens sebanyak 100 cc/5 kg kompos padi jadi yang setara dengan konsentrasi 108 CFU (Cell Fraction Unit).
Aplikasi 2 : diberikan 3-4 bulan setelah tanam (bersamaan dengan
penjarangan anakan) dengan dosis :
Trichoderma sp dan Gliocladium sp sebanyak 50 g/5 kg kompos padi jadi yang setara dengan konsentrasi 108 spora/cell atau 5 gr/10 kg pupuk kandang
Pseudomonas florescens sebnayak 100 cc/5 kg kompos padi jadi yang setara dengan konsentrasi 108 CFU (Cell Fraction Unit).
4. Cara Kimia yaitu untuk melakukan sterilisasi permukaan seperti penggunaan beberapa jenis fungisida. Sebelum ditanam bibit pisang diberi perlakuan dengan cara merendam bibit dengan fungisida sistemik ataupun desinfektan.