Minggu, 13 November 2022
PENYERAPAN TENAGA PRODUKTIF DI BIDAANG PERTANIAN PISANG
PISMARA MALANG KAB.Pisang di Indonesia merupakan komoditas buah yang banyak di minati masyarakat konsumsinya mencapai 2,39 juta ton pada kuartal 2021 naik 33,81% dari tahun 2020. Sektor rumah tangga berkontribusi 47,7% terhadap konsumsi pisang di dalam negeri. Jawa Timur berkontribusi sebesar 32% terhadap produksi nasional, yakni mencapai 2,62 juta ton dan tanaman yang menghasilkan sebanyak 26,4 juta rumpun. Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kabupaten Malang Kab Malang penyumbang produksi terbesar pada tirwulan IV mencapai 9.880.196 Kwintal.
Menurut Sanusi yang di sampaikan pada FGD dg BPM, produksi pisang terbesar di Kabupaten Malang tersebar di 10 wilayah kecamatan. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Kecamatan Dampit, Poncokusumo, Tumpang, Tajinan, Donomulyo dan Turen. "Lalu kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan, dan Kecamatan Bantur," kata Sanusi di Kabupaten Malang saat FDG dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM RI, di Hotel Mercure, Kamis, (8/9/2022).
Sementara itu dalam FGD dengan BKPM RI, di Hotel Aston Bogor dan resort yang di hadiri pemangku kepentingan termasuk dalam hal ini Petani Pisang Malang Raya ( Pismara ) di wakili oleh SLAMET (Ketua )dan LILIK (Div. Pemasaran) dapat di samapikan "kebutuhan akan pisang sangat besar sekali baik di dalam negri ataupun di luar negeri, kebutuahan akan pisang baik natural maupun produk olahan sangat besar".
Namun ketika pada saat panen raya maka panen pisang tidak akanterserap di konsumen dengan baik , Peningkatan produksi pisang mengakibatkan adanya surplus atau kelebihan pisang, terutama di daerah-daerah penghasil buah tersebut. Jika tertunda penggunaannya atau tidak semua pisang dapat dipasarkan/dikonsumsi, maka akan menjadi lewat masak dan rusak/busuk, sehingga tidak dapat dimakan. Hal ini menyebabkan banyak pisang dijual dengan harga yang rendah, bahkan dapat terbuang percuma.
Keadaan di atas memerlukan adanya suatu kombinasi antara penanganan dan pemasaran pisang segar dan pengolahan pisang menjadi berbagai produk olahan baik produk jadi (langsung dikonsumsi) maupun produk setengah jadi (menjadi bahan baku untuk pengolahan pangan lain). Produk setengah jadi yang berprospek baik untuk dikembangkan adalah tepung pisang
Terutama akan pengolahan tepung pisang yang masih belum banyak di produksi dalam jumlah besar. Di Malang produksi pisang yang di kembangkan oleh masyarakat secara mandiri bisa menguasai kebutuhan akan pisang di Indonesia apa lagi jika pemerinta ikut dalam pengelolaan pisang baik dari hulu maupun hilir.
Jika di malang ada sebuah pabrik yang mengolah pisang menjadi tepung maka akan banyak manfaat yang didapat oleh masyarakat pada umumnya dan petani pisang pada khususnya.Pendirian sebuah pabrik pengolahan pisang ini sebuah keniscayaan yang itu bisa di gagas oleh pemerintah baik pemerintah daerah atau pun pemerintah pusat karena sector pertanian terutama pisang masih sedikit para pelaku usaha yang bergerak untuk investasi di dalam pengembangan pisang terutama untuk pengolahan pisang menjadi tepung. Karena tepung pisang dapat dimanfaatkan pada pengolahan berbagai jenis makanan yang memanfaatkan tepung (tepung beras, terigu) didalamnya. Dalam hal ini tepung pisang menggantikan sebagian atau seluruh tepung lainnya. Jenis makanan tersebut roti, kue lapis, cake/pancake, kue kering, “awung-awung” tepung pisang, pudding dan makanan bayi/balita, kue pasir dan lain-lain.
Berdasar hasil diskusi PISMARA ( PETANI PISANG MALANG RAYA ) pendirian pabrik pisang di Kab malang akan akan memiliki dampak yang besar diantaranya :
1. Terciptanya lowongon pekerjaan yang besar sebab banyak tenga produktif muda di kab malang yang akan terserap di bidang pertanian terutrama petani pisang untuk pengolahan mulai dari hulu sampai dengan hilir. Brdasarkan Bps Kab Malang secara nasional angka p Pengangguran Terbuka (Persen) : TH 2019 : 3,70% ; th 2020 : 3,49% ; th 2021 : 5,40%.
2. Petani pisang semakin giat untuk menanam pisang dang pengembangannya.
3. Adanya peningkatan ekonomi bagi petani pisang karena akan terjadi kenaikan harga pisang di tingkat petani.
4. Ekonomi pedesaan akan lebih meningkat karena adanya peluang rangsangan aktivitas ekonomi yang saling menguntungkan
5. Negara dapat menghemat devisa dari upaya impor terigu dan menghasilkan devisa karena penggunaan tepung tepung impor akan berkurang.
Langganan:
Komentar (Atom)
PISMARA MENYEDIAKAN KEBUTUHAN PISANG UNTUK MBG
Pismara dan Dapur Umum MBG Bahas Kerja Sama Penyediaan Pisang Lokal Malang – 22 Mei 2025 Perkumpulan Petani Pisang Malang Raya (Pismara) y...
-
Pismara dan Dapur Umum MBG Bahas Kerja Sama Penyediaan Pisang Lokal Malang – 22 Mei 2025 Perkumpulan Petani Pisang Malang Raya (Pismara) y...
-
MALANG, PPMR ( 18/03/2024) Perkumpulan Petani Pisang Malang Raya atau yang sering di sebut dengan PISMARA sudah tidak asing lagi di masyara...
-
Kemitraan adalah kerja sama dalam keterkaitan usaha, baik langsung maupun tidak langsung, atas dasar prinsip saling memerlukan, mempercaya...




